Rabu, 24 Juni 2009

sudah cukup indah

fiuh..
Gak nyangka bisa sampai di sini, di tahap ini.
minggu lalu gw tes wawancara pertamina, sebuah tahap yang hanya awang2 bagi banyak orang, termasuk gw sebelumnya. gw hampir gak percaya bisa meneruskan perjuangan tes pertamina dan sampai di tahap ini.

bukan apa-apa, tes pertamina terkenal sulit, bukan hanya karena saingan yang jumlahnya ribuan orang, tapi juga secara kualitas dan faktor X lainnya. (do you know what i mean?)

bukannya sok atau sombong, tapi gw gak sempet melakukan persiapan berarti menjelang wawancara. yang bisa dilakukan hanya beli celana bahan warna item karena memang gw gak punya suit yang layak. itu juga belinya sesaat sebelum matahari tutup, gak lihat model lagi, asalkan muat aja.

besok paginya, pas hari H, gw berangkat tanpa dibantu mama. mama lagi tour ke malang dengan teman2nya,

jadilah sarapan seadanya, dan bergugup ria karena melebihi waktu yang gw targetkan untuk berangkat.

belajar dari pengalaman sebelumnya, naik busway menjadi pilihan terbaik untuk sampai di kantor pusat pertamina.
tapi begitu sampai di terminal pulogadung, yang ku dapat adalah antrean beli tiket yang puuuaaannnjjjaaannnggg dan deretan bus yang kosong. artinya? ya bakal antre dan nunggu bus lama, neh.

bener juga, kalau kemarin2 gak sampai 5 menit nunggu busway, sekarang sampe sekitar 20 menit. yang ada keringet dingin deh, udah berangkat rada telat, harus nunggu busway lebih lama. padahal gw dapat giliran pagi untuk tes wawancara. and you know that interview is the chance to show your optimal performance, except you're late.

sempet keringet dingin, dan akhirnya memutuskan pasrah. ya tuhan, kalau memang ditakdirkan telat, maka ku anggap ini jalan terbaikku. mungkin pertamina memang bukan yang terbaik untuk ku saat ini.

baru selesai doa begitu, eh ada busway dateng..
akhirnya aku melenggang ke pertamina dan sampai pukul 7.45 (dari target 7.30).

langsung ke lantai M, dan benar saja sudah banyak peserta yang menunggu, bahkan peserta yang dapat giliran jam 9.

langsung isi formulir, sambil ngobrol2..hingga akhirnya dipanggil masuk ruangan audiitorium itu..

ruangan itu dibagi jadi beberapa bilik, petugas menuntutku ke bilik paling pojok.

ada bapak2 dengan kacamata yang..mm..cukup trendy dan seorang mba2 yang masih telepon sambil mondar mandir.

ibu2 yang menuntutku mempersilakan duduk, dan memperkenalkan diri, dan menjelaskan mengapa aku disini. lalu ia mengenalkan bapak2 dan mba2 tadi hingga membuatku nyaris terjungkal.

bukan, bukan karena caranya mengenalkan mereka yang bikin kaget setengah mati. tapi kenyataan siapa mereka lah yang bikin aku pasrah.

si bapak2 itu adalah pak trikora, VP Komunikasi Pertamina yang selalu ku telp kalau ada berita soal pertamina. gw emang belum pernah ketemu, selama ini cuma telp2 doang.. "oh, jadi ini yang kemarin telp..." katanya.

aku cuma bisa meringis dan mengangguk.

yang lebih bikin kaget adalah mba2 yang td lagi telpon. ia adalah wianda, manager humas pertamina. jelas aja dia bikin kaget karena dia kenal aku.

"mm....kayanya pernah ketemu ya?"

hahahahaa....ha...ha... tertawa...deg2an...dan mencoba tetap tenang...

well...secara keseluruhan, menurut gw wawancara berjalan lancar (sekali lagi, versi gw!)

gw merasa bisa mempromosikan diri sesuai jati diri gw, tapi kan gw gak tahu jati diri yang gw promosiin itu sesuai gak dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

"Saya punya pengalaman jadi jurnalis energi selama 2 tahun, dan saya juga punya ilmu dari s2 manajemen energi. kalau itu digabungkang, rasanya cocok untuk masuk pertamina," kataku.

hihiihihihihihi....gombal, tapi benar.

huh...sebenarnya saat ini aku sudah pasrah,
merasakan wawancara pertamina aja sudah terlalu bagus untuk ku.
apalagi kalau lulus,

kalau lulus, masih harus berhadapan dengan tes kesehatan. kalau dengar dari cerita sebelumnya, lari 4x400m, udah pasti gw bakal KO deh...

jadi, apapun hasilnya, gw tetep ngerasa bersyukur sudah sampai sini
dan hasilnya gw anggap sebagai jalan terbaik,

amiienn...

Tidak ada komentar: